Sate Bandeng, Kuliner Khas Serang yang Bisa Bikin Ketagihan

Bagi Anda yang senang berburu kuliner, jika Anda berkunjung ke kota Serang terdapat salah satu makanan khas yang sangat lezat dan bisa dijadikan buah tangan. Sate bandeng adalah salah satu makanan dari ibukota provinsi Banten. Akan tetapi, sate yang satu ini berbeda dengan sate lilit ataupun sate Madura yang berupa potongan daging kecil. Makanan ini disajikan utuh dari ujung kepala hingga ekor dalam satu gepitan bambu.

Apabila Anda tak menyukai bandeng karena durinya yang banyak, mungkin Anda akan berubah pikiran setelah mencicipi kuliner yang satu ini. Meskipun disajikan utuh, makanan ini tak ada durinya sama sekali. Daging ikan pun sudah dibumbui dengan banyak rempah sehingga rasanya manis, gurih dan memiliki aroma yang menggugah selera.

Pembuatan sate bandeng ini terbilang cukup rumit dibandingkan cara mengkonsumsinya yang begitu mudah. Pertama-tama daging ikan bandeng dikeluarkan melalui celah diantara kepalanya. Agar kulitnya tidak robek dan kepala ikan tidak lepas, proses ini harus dilakukan hati-hati . Setelahnya daging ikan dipisahkan durinya dengan menggunakan alat seperti saringan. Daging ikan yang telah bebas dari duri akan dicampur dengan berbagai bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, santan, tepung tapioka, garam dan gula. Daging yang sudah dibumbui tadi kemudian dimasukan kembali ke dalam kulit ikan dan dijepit menggunakan bambu. Umumnya daging ikan yang sudah berbumbu akan dibalurkan hingga bagian luar sehingga kulit dan kepalanya nampak terbungkus. Ikan kemudian dibakar hingga matang.

Di Serang sendiri beberapa toko kerap menjajakan sate bandeng ini dengan cara memajang di etalase kaca. Beberapa merek sate bandeng yang terkenal di Serang diantaranya ada Hj. Maryam, Ibu Aliyah, Kang Agus dan Ibu Amenah. Bila Anda berniat membeli kuliner khas yang satu ini sebaiknya Anda bersiap-siap membeli yang banyak karena hidangan yang satu ini dijamin rasanya bikin nagih.

Akan tetapi, Anda harus memperhatikan beberapa hal untuk menjaga rasanya. Disebabkan adanya penggunaan santan didalamnya, makanan yang satu ini rentan basi. Oleh karenanya, sesampainya di tempat tujuan Anda harus buru-buru memasukan makanan ini ke lemari pendingin. Bisa juga dihangatkan ulang dengan microwave atau teflon. Jangan bilang pernah berkunjung ke Serang jika Anda belum mencicipi makanan yang satu ini